|
|
|
Workshop Pembuatan Model Analisis dan Sistim Monitoring |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Rabu, 02 Juni 2010 02:01 |
|
Bertempat di Hotel Saphir, Yogyakarta berlangsung kegiatan "Workshop for Participatory Situation Analysis and Monitoring System Development" yang diikuti oleh Mitra Simavi yang terdiri dari : Plan Indonesia, Yayasan Dian Desa, CD Bethesda dan Yayasan Rumsram. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 18-21 Mei 2010 dibuka oleh Bpk Oswar dari Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Nasional. Dimana dalam pembukaannya Bpk Oswar mengharapkan akan adanya kerjasama yang baik dari mitra Simavi, Simavi dan Pokja AMPL dalam rangka mencapai tujuan nasional di bidang sanitasi.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
|
WES-Unicef Perwakilan Papua Lakukan Pelatihan STBM di Jayapura |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Jumat, 20 Agustus 2010 09:09 |
|
Sejak tahun 2006 Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sudah diadopsi dan diimplementasikan di 10.000 desa pada 228 kabupaten/ kota. Saat ini, sejumlah daerah telah menyusun rencana strategis pencapaian sanitasi total dalam pembangunan sanitasinya masing-masing. Dalam 5 tahun ke depan (2010 – 2014) STBM diharapkan telah diimplementasikan di 20.000 desa di seluruh kabupaten/ kota.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
|
|
WASPADA : KEPITING BAKAU TELUK INGGODORE TINGGAL NAMA |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Senin, 28 Juni 2010 16:13 |
Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan pantai yang mempunyai nilai ekonomis penting. Pada mulanya kepiting bakau hanya dianggap hama oleh Petani tambak, karena sering membuat kebocoran pada pematang tambak. Tetapi setelah mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, maka keberadaannya banyak diburu dan ditangkap oleh nelayan untuk penghasilan tambahan dan bahkan telah mulai dibudidayakan secara tradisional di tambak. Mengingat permintaan pasar ekspor akan kepiting bakau yang semakin meningkat dari tahun ke tahun maka usaha ekstensifikasi budidaya kepiting bakau mulai dirintis di beberapa daerah.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
|
Pengembangan Hutan Kemasyarakatan Tak Bisa Jalan Sendiri-sendiri |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Sabtu, 11 April 2009 08:39 |
|
BOGOR, KOMPAS.com — Menteri Kehutanan MS Kaban menegaskan, pengembangan hutan kemasyarakatan (Hkm) untuk pemberdayaan masyarakat sekitar hutan tak bisa berjalan sendiri-sendiri. "Program Hkm, baik di hutan lindung, maupun di hutan produksi, harus sinergi antarpihak yang terlibat dan benar melibatkan masyarakat," ujarnya saat penanaman pohon di Taman Hutan Hambalang, Bogor (11/4). Menurutnya, hal pertama yang harus dijalankan adalah fungsi hutan sehingga dapat sekaligus membantu masyarakat mendapat manfaat dari program Hkm itu. |
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 2 dari 8 |